Indonesia's Weekly Updates - 26 November 2018


Wacana pembatasan output oleh OPEC dalam pertemuan pada 6 Desember 2018 berpotensi memicu rebound saham-saham pertambangan pada pekan ini. Sektor Pertambangan menjadi laggard utama pada pekan lalu, seiring dengan melemahnya harga crude oil ke bawah US$60 per barel di pekan lalu.

Selain harga komoditas, perkembangan isu di pasar keuangan juga menjadi fokus investor pada pekan ini. Presiden ECB, Mario Draghi dijadwalkan memberikan pidato di awal pekan ini (26/11), disusul oleh Kepala the Fed, Jerome Powell pada 29 November 2018. Sebelumnya, data pertumbuhan ekonomi AS di Q3-2018 akan dirilis pada 28 November 2018. Perkembangan data ekonomi AS akan mempengaruhi pandangan hawkish/dovish dari the Fed. Sebagai informasi, the Fed diperkirakan kembali menaikan the Fed Rate pada Desember 2018. Kenaikan ini akan menjadi yang keempat di tahun 2018.

Dari dalam negeri, Investor masih mempertimbangkan fundamental emiten pasca rilis laporan keuangan Q3-2018. Per 1 November 2018, sebanyak 517 emiten telah merilis laporan keuangan Q3-2018, 78% diantaranya membukukan laba bersih. Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan mampu mempertahankan posisinya di atas 6000 dan menguji 6030-6050 di pekan ini.


By PHINTRACO SEKURITAS | Research
- Disclaimer On -

Visit our website : 
www.phintracosekuritas.com
www.profits.co.id
www.taspro.co.id